SISTEM GOLONGAN DARAH

Gambar

 

SISTEM GOLONGAN DARAH

SEJARAH TRANSFUSI DARAH

  • minum darah, transfusi darah dari hewan ke manusia,manusiakemanusia manusia,manusiakemanusia
  • 1901, Landsteiner, golongan darah ABO
  • Antiglobulin oleh Coombs
  • Levine dan Stetson (1939), Landsteiner dan Wiener (1940) golongan darah Rhesus
  • Kantongdarahdariplastik(1960)
  • Kantongdarahdariplastik(1960)
  • Sistem golongan darah lainnya dan seterusnya.

 

PENDAHULUAN

  • Latar belakang

–      Transfusi: proses pemindahan darah dari donor ke resipien

–      Darah : materi biologis, cair, merah, sifat korpuskuler (sel darah merah, sel darah putih dan butir trombosit) dan sebagian lainnya bersifat nonkorpuskuler(antibodi) nonkorpuskuler(antibodi)

–      Komponen korpuskular darah merupakan materi biologis yang hidup (viable) dan bersifat multi antigenik. Antigenisitasnya terletak pada kulit masing-masing komponen.

–      Sifat multiantigenik, pemberian transfusi darah donor ke resipien tidak mungkin cocok semuanya (inkompatibilitas).

–      Dilakukan pemeriksaan laboratorium darah donor dan resipien.

–      Pemeriksaan golongan darah A, B, AB, O dan D

–      Pemeriksaan pre-transfusi, bertujuan -pemeriksaan pre-transfusi, bertujuan untuk menilai kecocokan darah donor dan darah resipien dan mendeteksi adanya antibodi dalam darah donor maupun pasien yang dapat menimbulkan reaksi transfusi pada pasien.

  • Pemeriksaan serologi golongan darah antara lain meliputi pemeriksaan golongan darah dan pemeriksaan pre-transfusi
  • pemeriksaan golongan darah A, B, AB, O dan D
  • pemeriksaan pre-transfusi, bertujuan untuk menilai kecocokan darah donor dan darah resipien dan mendeteksi adanya antibodi dalam darah donor maupun pasienyang dapatmenimbulkanreaksi transfusi pada pasienyang dapatmenimbulkanreaksi transfusi pada pasien.
  • Perlu pemahaman mengenai ilmu imunohematologi, sistem golongan darah dan reaksi pemeriksaan yang dilakukan termasuk uji silang serasi

 

SISTEM GOLONGAN DARAH

  • sampai saat ini sudah ditemukan 29 Sistem golongan darah,antara lain: sistem gol darah ABO, Rhesus,P, MNS, Lutheran, Kell, Kidd, Duffy, I dll
  • Pemberian nama golongan darah berdasarkan antigen yang ditemukan
  • Antigen terdapat pada pemukaan atau di membrane sel darah merah
  • RBCbloodgroupantigensareinherited carbohydrate
  • RBCbloodgroupantigensareinherited carbohydrate or protein structures located on the outside surface of the RBC membrane
  • Yang paling bermakna dalam transfusi darah adalah golongan darah ABO dan Rhesus

GambarGambar 1. Membran sel darah

 

SISTEM GOLONGAN DARAH ABO

  • Tahun 1900 : Landsteiner -> golongan darah A.B dan O
  • Tahun 1902 : Decastello dan Sturli -> golongan darah AB Mempunyai reguler antibodi, anti-A/-B

 

ANTIGEN DAN ANTIBODI GOLONGAN DARAH ABO

Golongan darah Antigen pada SDM Antibodi dalam serum
A A Anti B
B B Anti A
O A & B
AB Anti A & Anti B

 

SISTEM ABO

  • Sistem golongan darah pertama yg ditemukan dan merupakan golongan darah yg terpenting dalam transfusi darah.
  • Merupakan satu2nya sistem, yang antibodinya dapat diperkirakan terdapat dalam serum orang yang tidak pernah expose pada sel darah merah manusia -> antibodinya secara alamiah ada di dalam tubuh, IgM
  • Oleh karena antibodi2 ini ,transfusi darah dengan gol ABO yang tidak cocok, akan menyebabkan reaksi transfusi hamolitik intravasculair yang berat dengan manifestasi reaksi transfusi hemolitik yang akut.
  • Pemeriksaan kecocokan gol ABO donor dan resipien merupakan dasar pemeriksaan pretransfusi

 

ANTIGEN2 SISTEM ABO

  • Glycosphingolipid yang membawa A dan B oligosacharida merupakan bagian integral dari membrane sel darah merah,sel epithelial dan sel
  • endothelial .
  • Terdapat juga dalam bentuk larut dalam plasma,dalam sekresi cairan tubuh,saliva ,bila orang tersebut mempunyai gen secretor. tersebut mempunyai gen secretor.
  • Terdapat juga dalam susu dan urine

 

ABO ANTIGEN

  • Pembentukan antigen A, B dan O
  • Pembentukan Ag ABO dimulai dr struktur asal / precursor
  • substance -> melalui pengaruh gen H -> menjadi H substance.
  • Bila ada gen A atau gen B -> H substance dirubah menjadi A atau B Ag.
  • Gen O -> gen amorph -> tidak ada produk yang dapat diperiksa pada sel. Gen O -> gen amorph -> tidak ada produk yang dapat diperiksa pada sel.
  • Substance adalah antigen yang larut dalam serum/plasma Substance Gen Substance Gen Antigen HH / Hh AO dan AA A dan H
  • Precursor H Substance BO dan BB B dan H
  • Substance AB A dan B dan H hh OO H
  • Precursor AO/AA
  • substance BO/BB Tidak ada yang
  • AB dapat diperiksa
  • OO Oh (Bombay)
  • Prosentase gen H sangat tinggi (99.99%), sedangkan hh sangat kecil

GENETIKA

Gambar

Gambar 2. Genetika berdasarkan hukum Mendel

Identifikasi golongan darah ABO

  • Cell typing

Sel darah merah direaksikan dgn anti-A, anti-B (dan anti-AB -> polyklonal)

  • Serum typing / back typing

Serum /plasma direaksikan dengan sel darah merah golongan A, B dan O dan auto control

Gambar

Gambar 3. Identifikasi golongan darah ABO

  • Aglutinasi

Penggumpalan sdm oleh antibodi (AABB)

4+ =    1 gumpalan sel darah m yang besar

3+ =    beberapa gumpalan besar

2+ =    beberapa gumpalan sedang dgn latar belakang jernih

1+ =    beberapa gumpalan kecil dgn latar belakang kemerahan

+w = beberapa gumpalan sangat kecil dgn latar belakang kemerahan atau mikroskopis

Gambar

Gambar 4. Cell typing & population

Oh darah Bombay

  • Ditemukan oleh Bhende tahun 1952.
  • Disebut Bombay, karena pertama kali sdm ditemukan di Bombay India.
  • Sdm Bombay tidak ber aglutinasi dengan anti-A, anti-B, anti-AB dan
  • Anti-H, sedangkan sel O normal bereaksi dengan anti-H. Anti-H, sedangkan sel O normal bereaksi dengan anti-H.
  • Dalam serum ditemukan anti-A, anti-B dan anti-H
  • Bila pemeriksaan golongan darah hanya dilakukan cell typing -> akan dikategorikan sebagai golongan darah O.
  • Uji silang serasi dengan golongan O inkompatibel.
  • Sel darah merah O akan diaglutinasi kuat oleh serum Oh, karena anti-H pada Oh bereaksi pada temperatur yang luas 4 – 37°C.
  • Darah yang cocok untuk transfusi hanya darah golongan Bombay

GambarGambar 5. Cell typing Oh Bombay

Subgroups
Subgroups ialah phenotype ABO yang berbeda dalam jumlah antigen yang ada pada sel darah merahnya , sebagai akibat produk yg kurang effektif dari enzym glycosyltransferase.

  • Subgroup A lebih sering ditemukan daripada subgroup B.

GambarGambar 6. A subgroups

Sistem golongan darah rhesus

o   Rhesus positip dan Rhesus negatip

o   1939 Levine dan Stetson menemukan antibodi pada seorang wanita dengan HDN

o   1940 Landsteiner dan Wiener menamakan antigen tsb antigen Rhesus dengan HDN

o   1940 Landsteiner dan Wiener menamakan antigen tsb antigen Rhesus

o   Sel darah merah monyet Rhesus disuntikkan pada kelinci, antibodi yang timbul

o   bereaksi dengan 85% sdm manusia.

o   Wiener dan Peter menemukan antibodi yg sama pada resipien Rh neg yg

o   mendapat transfusi ABO kompatibel Rh pos.

o   Rhesus positip adalah individu dengan Rhesus antigen pada sdm, dinamakan

o   antigen-D (D+), sedangkan Rhesus negatip tidak mempunyai Rh antigen (D-) antigen-D (D+), sedangkan Rhesus negatip tidak mempunyai Rh antigen (D-)

o   pada sdm nya dan merupakan antigen yang penting dlm transfusi.

o   Pembentukan antibodi terjadi akibat rangsangan atau stimulasi dari

o   transfusi atau kehamilanImmun antibodi, IgG

o   Penelitian keluarga antigen D ditentukan secara genetik yang diatur oleh gen autosomal yang dominan.

o   Gen Rh terletak pada chromosom 1

Antigen Rh yang lain

o   Pertengahan 1940 ditemukan 4 antigen yang berhubungan dengan Ag D,

o   yang disebut sebagai Rh sistem.

o   Lebih dari 40 antigen yang berhubungan dgn antigen D, tetapi yang

o   terpenting hanya 5 antigen bersama antibodinya, yaitu D, C, E, c, e.

Nomenklatur Rh-Hr, CDE dan numerik

  • Terminologi Rh-Hr diajukan oleh Wiener. Antigen Rhesus ditentukan oleh 1 gen dengan multiple allel.
  • Terminologi CDE oleh Fisher dan Race. 3 pasang allel gen yang 2. Terminologi CDE oleh Fisher dan Race. 3 pasang allel gen yang menempati 3 lokus yang berdekatan

Lokus I : D atau d

Lokus II : C atau c

Lokus III : E atau e

Gen d merupakan gen “silent”, krn tdk dapat dideteksi pada sdm

    • Rosenfield dkk. mengusulkan nomenklatur berdasarkan pengamatan phenotype antigen dgn memberi nomor sesuai urutan penemuannya.
    • Terminologi Rh antigen dan frekwensi

Gambar

Gambar 7. Rh-Hr, CDE

Phenotype dan genotype

  • Umumnya test yg dilakukan pada pretransfusi hanya antigen D, antiserum lainnya digunakan pada studi keluarga atau masalah antibodi.
  • Untuk penentuan homozygot untuk C (dan c) dan E (dan e) relatif mudah, krn tersedianya antiserum, sedangkan untuk antigen D sukar untuk ditentukan, karena antiserum yang tersedia hanya anti-D
  • Produk dari gen Rh yg sering ditemukan pada Caucasian

Gambar

Gambar 8. Phenotype dan genotype  Rh-Hr, CDE

Rh variant

  • Tidak semua Rh pos bereaksi sama kuat terhadap anti-D.
  • Umumnya reaksi aglutinasi jelas baik secara slide maupun tube test.
  • D weak antigen :

–      C trans: position effect atau gene interaction effect Dce/dCe, kekuatan antigen D tidak berpengaruh pada posisi cis DCe/dce.

–      Partial D : satu atau lebih bagian dari D antigen missing/hilang. Semua sampel harus diperiksa secara duplo dgn menggunakan IgM monoclonal yg tidak dapat mendeteksi DVI

  • Pasien dengan D weak antigen tidak boleh mendapat Rh positif, sedangkan darah donor dengan D weak antigen tidak boleh diberikan pada resipien dengan Rh neg.

Antibodi sistem Rhesus

  • Umumnya antibodi Rh merupakan antibodi imun akibat transfuse atau kehamilan, kecuali beberapa anti-E dan anti-Cw yg tidak diketahui stimulusnya.
  • Antigen yang paling potent adalah antigen D diikuti dgn antigen c dan E.

Gambar

 Gambar 9. Antibodi Sistem Rhesus

SISTEM GOLONGAN LEWIS

  • Anti-Leaditemukan oleh Mourant tahun 1946
  • Anti-Lebditemukan oleh Andressen tahun 1948
  • Anti-Lewis dapat mengakibatkan kesulitan pada pemeriksaan uji silang serasi,shg pemeriksaan menjadi inkompatibel.
  • Antigen Lewis (Ag) Lewis bukan Ag pada membran sdm, melainkan antigen yg larut dalam serum/plasma, saliva dan cairan tubuh lainnya,
  • mis. ASI, getah lambung dll.
  • AgLewispdsdmdidapatsecarasekunder->dgnmenyerapAg AgLewispdsdmdidapatsecarasekunder->dgnmenyerapAg
  • Lewis dari plasma dan peran membran sdm belum diketahui.
  • Faktor yg menentukan adanya substance Lewis adalah gen Le dan gen le.
  • Bila mempunyai substance Lewis berarti genotip orang tsb adalah LeLe (homosigot) atau Lele (heterosigot)
  • Gen Lewis menentukan ada/tidaknya substance Lea.
  • Substance Leb ditentukan oleh kerjasama dr gen H dan gen Le.
  • Adanya Ag Lewis dihubungkan dengan status sekretor dan non sekretor ABH seseorang.
  • Adanya Ag Lewis juga ditentukan oleh kerjasama antara gen Lewis, gen sekretor, gen H dan gen ABO, karena faktor2 yg menentukan spesifisitas substance A, B, H dan Lewis terletak pada 1 molekul glycoprotein yang sama
  • Individu dgn gen lele tdk memproduksi Lea dan Leb.
  • Pemeriksaan sdm thd Lea dan Leb
  • Le(a+) dan Le(b-) -> phenotype (Lea+b-), dlm plasma dan saliva terdapat substance Lea dan termasuk non sekretor
  • Le(a-) dan Le(b+) -> phenotype (Lea-b+)dlm plasma dan saliva  -> Le(a-) dan Le(b+) -> phenotype (Lea-b+)dlm plasma dan saliva terdapat substance Leb dgn sedikit substance Lea , sekretor
  • Le(a-) dan Le(b-) -> phenotype Le(a-b-)dlm plasma dan saliva tidak ada substance Lewis, termasuk sekretor atau non sekretor
  • Phenotype Lewis pada Caucasian dan orang Indonesia 2004

Sistem Lewis

Gambar 10. Phenotype Lewis pada Caucasian dan orang Indonesia

  • Antibodi Lewis

1. Anti-Lea

– Ditemukan tanpa stimulasi terlebih dahulu
– Sebagian besar IgM dan dapat mengikat komplemen, namun ada juga IgG
– Phenotype Le(a-b+) tidak membuat anti-Lea, karena sebagian kecil
– Le(a) tidak diubah menjadi Le(b) dan terdapat dalam plasma dan saliva.
– Reaksi transfusi terjadi pada anti-Lea tipe IgG, setelah mendapat darah donor Le(a+b-)

2. Anti-Leb

– Sering ditemukan bersama-sama anti-Lea sbg antibod yang lemah pada Le(a-b-)
– anti-Leb sendiri tanpa anti-Lea sangat jarang ditemukan

  • Aspek klinis

1. Transfusi darah

– Anti-Lewis dapat menimbulkan kesulitan uji silang serasi.

– Sel darah merah yg ditransfusikan akan melepaskan Ag Lewis dan merubah phenotype Lewis dlm     beberapa hari.

– Ab Lewis akan dinetralisir oleh substance Lewis dlm plasma donor, tidak jarang mengakibatkan hemolisis

2. Kehamilan

– Antigen Lewis sangat lemah, shg jarang terjadi kasus HDN

SISTEM GOLONGAN DARAH KELL

  • Anti Kell (anti-K) ditemukan pada tahun 1946 oleh Coombs dkk.
  • Anti Cellano (anti-k) ditemukan oleh Levine dkk tahun 1949
  • Sistem golongan darah Kell mempunyai 2 bentuk, yaitu K(+) dan K(-) Sistem golongan darah Kell mempunyai 2 bentuk, yaitu K(+) dan K(-)
  • Phenotype dan genotype

Darah Kell

Gambar 11. Phenotype dan genotype Sistem Golongan darah Kell

  • Antigen Kell merupakan antigen yang kuat setelah golongan darah ABOdan dapat mengakibatkan HDN dan reaksi transfusi hemolitik.
  • Anti-K dan anti-k merupakan antibodi imun tipe IgG.

SISTEM GOLONGAN DARAH KIDD

  • Golongan darah Kidd mempunyai 2 allel, Jka ditemukan oleh Allen dkk tahun 1951 dan Jkb oleh Plaut dkk tahun 1957
  • Dikenal 4 macam phenotype, pemeriksaan menggunakan anti-Jka dan Anti-Jkb , yaitu :

–      Jk(a+b-)

–      Jk(a+b+)

–      Jk(a-b+)

–      Jk(a-b-)

  • Antibodi Jka dan Jkb umumnya terdeteksi karena kemampuannya Antibodi Jka dan Jkb umumnya terdeteksi karena kemampuannya mengikat komplemen, sehingga tidak dapat dideteksi pada serum yang tidak segar
  • Antibodi sistem golongan darah kidd :

–      Anti- Jka dan anti- Jkb bersifat dosage effect dan IgG

–      Dapat mengakibatkan reaksi transfusi hemolitik berat atau lambat dan HDN

SISTEM GOLONGAN DARAH DUFFY

  • Golongan darah Duffy ditemukan oleh Cutbush & Chanary tahun 1950.
  • Terdapat 2 allel, yaitu Fya dan Fyb.
  • Phenotype Duffy

–      Fy(a+b+)

–      Fy(a+b-)

–      Fy(a-b+)

–      Fy(a-b-)

  • Phenotype Fy(a-b-) jarang ditemukan pada penduduk Eropa, tetapi banyak ditemukan di Afrika Tengah dan Barat.
  • Individu dengan Fy(a-b-) resisten terhadap invasi Plasmodium vivax Individu dengan Fy(a-b-) resisten terhadap invasi Plasmodium vivax
  • Antibodi sistem golongan darah duffy

–      Fiksasi komplemen

–      Bereaksi pada fase ICT

–      Dapat mengakibatkan reaksi transfusi hemolitik, HDN

–      Umumnya tipe IgG

SISTEM GOLONGAN DARAH LUTHERAN

  • Anti-Lua ditemukan oleh Callender dan Race tahun 1946,
  • Sedangkan Anti-Lub ditemukan oleh Cutbush dan Chanary tahun 1956
  • Phenotype

–      Lu(a+b-)

–      Lu(a+b+)

–      Lu(a-b+)

–      Lu(a-b-) Lu(a-b-)

  • Antibodi sistem golongan darah lutheran

– Anti-Lua dan anti-Lub

–  jarang ditemukan, tetapi dapat

–  mengakibatkan reaksi transfusi hemolitik

 

SISTEM GOLONGAN DARAH Ii

  • Ada 2 macam antigen, yaitu antigen I dan antigen i.
  • Kedua antigen ditemukan 100% pada sdm dgn kuantitas yang berbeda-beda pada masing2 individu.
  • Pada orang dewasa jml Ag I sangat jelas, sedangkan jml Ag i tidak terdeteksi, sebaliknya cord blood banyak Ag i, sedangkan Ag I tidak terdeteksi.
  • Transisi dari i ke I butuh waktu 18 bulan. Transisi dari i ke I butuh waktu 18 bulan.
  • Pada orang dewasa sangat jarang ditemukan antigen i (1 dlm 10.000) dan disebut sebagai I adult.
  • Anti-I dapat dideteksi pada hampir semua individu sehat sebagai auto Ab, namun tidak berbahaya, tetapi merupakan masalah pada uji silang serasi, oleh karena itu harus dilakukan :

–      Memastikan antibodi tsb adalah auto anti-I

–      Memastikan tidak ada antibodi lain

  • Anti-I Sangat jarang ditemukan dan umumnya akibat dari virus, khususnya Epstein Barr virus dan Cytomegalovirus.
  • Serum akan bereaksi terutama dengan cord blood.

 

SISTEM GOLONGAN DARAH P

  • Ditemukan tahun 1927 oleh Landsteiner dan Levine pada percobaan imunisasi sdm manusia pada kelinci -> anti-P1
  • Ada 4 antigen dalam sistem P, yaitu P1, P, Pk dan p dengan 5 phenotype

Sistem golongan P

Gambar 12. Antigen dalam sistem P, yaitu P1, P, Pk dan p

  • P1 dan P2 analog dengan A1 dan A2 dari sistem ABO
  • Anti-P1

–  Individu dgn P2 umumnya mempunyai anti-P1, bereaksi pada suhu 4°C, kadang2 pada 37°C, hampir selalu IgM dan tidak suhu 4°C, kadang2 pada 37°C, hampir selalu IgM dan tidak mengakibatkan HDN

–  Bila ada antibodi dlm serum pasien harus hati2, darah yg diberikan harus gol P2.

–  Reaksi transfusi akibat anti-P1 sangat jarang.

  • Anti-Tja

–  Dikenal sebagai anti-PP1Pk.

–  Ditemukan pada individu p tanpa stimulasi sdm.

–  Antibodi berupa IgG, IgM atau campuran IgG dan IgM dan merupakan Hemolisin yang potent, shg dapat mengakibatkan reaksi transfusi berat, abortus kronis dan kasus HDN.

 

SISTEM GOLONGAN DARAH MNSs

  • 1927 Landsteiner dan Levine menemukan golongan darah MN dengan menyuntikkan sdm manusia pada kelinci, shg terbentuknya anti-M dan anti-N
  • 1947 Walsh dan Montgomery dgn cara AHG menemukan anti-S
  • 1951 Levine menemukan antigen s
  • Penggolongan MNSs

Golongan MNSsGambar 13. Penggolongan MNSs

  • Anti-M dan anti-N

1. Anti-M

–   Dapat bereaksi pada suhu dingin dan hangat

–   Mempunyai dosis effek

–   Dapat bereaksi pada suhu dingin dan hangat

–   Mempunyai dosis effek

–   Reaksi diperkuat dgn albumin dan LISS (Low Ionic Strength Solution)

–   Tidak bereaksi pd enzyme treated cell, krn Ag M terbuang dari permukaan sel

–   Merupakan antigen yg lemah

–   anti-M banyak ditemukan pd orang yg belum pernah mendapat transfusi

2. Anti-N

–   Jarang ditemukan

–   Dapat ditemukan pd pasien hemodialise, tanpa melihat gol N(+) atau N(-) dari bahan  sterilisasi yang mengandung formaldehyde

3. Anti-S

–   Dapat mengakibatkan reaksi transfusi

–   Pernah ditemukan kasus HDN

–   Reaksi tidak diperkuat oleh enzim, beberapa enzim akan merusak antigen S

–   Dapat memberikan dosis effek

–   S antigen merupakan antigen yg tidak kuat

4. Anti-s

Jarang ditemukan

Tabel Golongan darah terakhir

Gambar 14. Penggolongan direaksi dengan cairan

PENUTUP

  • Berbagai sistem golongan darah telah ditemukan, yang sangat mempengaruhi proses transfusi darah adalah sistem ABOdan Rhesus, namun golongan adalah sistem ABOdan Rhesus, namun golongan darah lainnya tidak dapat diabaikan
  • Perlu dilakukan pemeriksaan untuk penapisan golongan darah tersebut supaya darah yang ditransfusikan dapat yang kompatuibel
  • Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan pre-transfusi
  • Perlu memahami berbagai pemeriksaan dan reaksi yang terkait dengan serologi golongan darah

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Bima Ariotejo, Laporan Pelatihan dokter baru UDD PMI 2014. Malang. 2014
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: